Februari 13, 2012
Menarilah, Jangan Hentikan Gerak Indahmu!
Membuka salah satu situs jejaring sosialku yang mulai tak terawat, melihat kawan lama yang sudah lama tak bersua, bahkan aku mulai lupa dengan mereka bila hanya membaca namanya. Aku pun teringat salah satu teman SMPku, dia berbeda dibanding kami. Tubuhnya tak sesuai dengan ukuran anak SMP saat itu, lebih kecil, namun tak sedikit pun dia merasa minder. Begitu banyak kegiatan yang dia ikuti, suaranya pun merdu, hingga dikenal karena kelebihannya yang berbanding terbalik dengan keadaan fisiknya. Hingga kemudian aku melihatnya di salah Baca entri selengkapnya »
Oktober 27, 2011
-Rasanya- Ingin Mati Rasa!
Melalui jalan yang sama -hampir- setiap hari, kadang bertemu dengan sosok yang sama di angkutan kota yang rutenya pun selalu sama. Menikmati macetnya Jakarta yang ramai dengan hiruk pikuknya. Dan satu hal yang selalu terlihat, anak-anak usia sekolah yang begitu cekatan mencari rezeki, mengamen dengan modal botol bekas berisi beras, atau hanya dengan tepukan tangan mengiringi nyanyian yang -kadang- tak jelas. Sejenak aku ingin mati rasa, tak ingin punya rasa kasihan terhadap mereka. Tak ingin punya pertanyaan, mengapa mereka tak sekolah? Tak ingin merasa bahwa banyak anak bangsa yang ternyata tak berdaya.
Mencoba mengistirahatkan diri, meluruskan kaki, Baca entri selengkapnya »
Oktober 21, 2011
Seharusnya Hidup adalah….
Jika hidup adalah kesempatan, semestinya tak ada putus asa dalam kamus kehidupan
Jika hidup adalah harapan, semestinya akan selalu ada mimpi yang mengiringi kehidupan
Jika hidup adalah jejak, semestinya telah banyak langkah yang menyusuri kehidupan
Dan ternyata kesempatan berjumpa dengan sosok-sosok mempesona, menumbuhkan harapan
Harapan bahwa jejak yang tertinggal ini akan mengantar ke arah yang indah, walau mungkin awalnya berliku, bahkan mungkin penuh duri
Harapan bahwa jejak yang tertinggal takkan terlupa dan terus terkenang
Harapan bahwa jejak ini akan kembali berjumpa, bernostalgia
“Setelah dua bulan tak menyentuhmu, setelah menguatkan segala azzam untuk menorehkan makna, setelah begitu banyak peristiwa yang telah terjadi mampu membuat semangat luruh, setelah begitu banyak insan yang dipenuhi dengan curhatan bahkan keluhan, setelahmenyadari bahwa usia boleh tua tapi ternyata aku belum pantas disebut dewasa”
Agustus 7, 2011
Benarkah Kamu Mencintaiku?
Kamu bilang bahwa kamu cinta kepadaku. Sebelum aku terhanyut dengan ucapan cintamu, aku mohon jawablah pertanyaanku.
Apakah kamu benar-benar telah menjaga yang kita punya? Atau kamu baru mulai mempertahankannya, setelah orang lain mencoba mengambilnya? Kamu terlambat Baca entri selengkapnya »


