April 20, 2011
Berguru pada Sekitar…
Beberapa penggalan kisah -hasil menguping- di suatu pagi hingga siang hari, di RSUP Nasional di Indonesia…
Kisah pertama :
Sambil menunggu seorang sahabat yang sedang antri mendaftar untuk berobat, seorang ibu bercerita : “Saya empat tahun kena stroke, makan disuapin, cuma bisa tiduran, ngomong juga susah. Tapi Alhamdulillah sekarang udah bisa jalan dan ngomong walaupun pelan-pelan. Sebulan lalu saya di operasi, rahim saya diangkat, ada kanker di rahim saya. Dan sekarang penglihatan saya mulai terganggu, karena penyakit diabetes yang saya derita bertahun-tahun.”
Akhirnya, setelah menunggu berjam-jam di bagian penyakit dalam, namanya dipanggil, dengan perlahan-lahan ibu itu pun masuk ke dalam ruang periksa bersama suaminya. Namun, sang dokter tak bisa memeriksa karena menganggap rujukan dari puskesmas yang dimiliki ibu itu salah. Dan yang memilukan hampir semua petugas administrasi malah menyalahkan pasangan suami-istri itu, yang hanya bisa tertunduk bingung harus kemana dengan modal surat Gakin yang mereka punya.
Kisah kedua :
Sambil menanti seorang sahabat yang sejak berjam-jam lalu namanya tak dipanggil untuk diperiksa. Seorang ibu bersuara lantang memanggil nama-nama pasien yang berkasnya akan dimasukkan ke ruang periksa. Jarang sekali terlihat senyum dari bibirnya, tangannya sibuk mencopot kwitansi dan kartu berobat dari berkas para pasien. Dialah ibu sang petugas administrasi.
Tak lama datang seorang bapak, berkata ke ibu itu, “Saya kemarin ke ruang periksa no.3 dan hari ini saya disuruh ke sini lagi.” Ibu itu bilang, “Bapak sudah daftar?’ Bapak itu menjawab, “Belum, tapi kemarin saya disuruh ke sini lagi.” “Bapak daftar dulu ya pak.” Pinta Si ibu. “Iya, tapi kemarin saya disuruh ke sini lagi.” Bapak itu menjawab lagi. “Iya, tapi bapak harus daftar lagi.” Tandas si ibu dengan tegas dan tetap tanpa senyum.
Belum lama, datang lagi seorang ibu. “Bu saya mau diperiksa di sini, kepala saya pusing, saya dirujuk kesini.” Ibu tersebut menjelaskan ke ibu sang petugas administrasi sambil menyerahkan surat rujukannya. “Ibu, ini rujukannya ke neurologi, ini bagian penyakit dalam bu.” sambil menyerahkan kembali surat rujukan. “Tapi saya pinginnya diperiksa di sini.” Sambil ngotot ibu pasien itu berusaha menegaskan keinginannya. “Tidak bisa ibu, neurologi itu di lantai 3, ini bagian penyakit dalam, ini lantai 2.” Ujar ibu sang petugas administrasi tak kalah ngototnya. Dari dua kejadian ini, aku jadi mengerti kenapa sang ibu petugas adminitrasi jarang tersenyum.
Kisah ketiga :
Sambil menunggu seorang sahabat mengantri obat di apotik. Seorang ibu dengan topi merah, sedang menunggu suaminya mengantri obat. Disebelahnya duduk seorang ibu dengan wajah yang -maaf- besar sebelah, karena menderita kanker tiroid di wajah bagian kanannya. Dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya ibu bertopi merah bercerita -memberikan semangat ke Ibu yang menderita kanker tiroid- bahwa Maret lalu dia baru saja di angkat kankernya, dan sekarang sedang berobat jalan. Awalnya di kemoterapi, dengan segala rasa mual yang diamali, tetapi Alhamdulillah sekarang dia merasa jauh lebih baik.
Tiga kisah itu membuatku makin bersyukur atas nikmat sehat yang aku dapat, nikmat pekerjaan yang masih bisa membuatku tersenyum, nikmat rezeki yang bisa membuat aku mampu berobat tanpa harus berdebat. Tiga kisah itu juga membuatku iri dengan kemesraan suami-istri yang saling menguatkan meski hidup terasa sulit -sambil menunggu sang suami memijit kaki istrinya loh-, membuatku bersemangat untuk mengisi hari-hariku dengan keceriaan meski banyak hal yang membuat naik darah, membuatku makin yakin bahwa di dunia ini banyak orang-orang baik yang akan selalu menyemangati kita.



Endang Hastriana berkata,
April 20, 2011 pada 8:49 am
makin hari makin bagus kisah yg di sampaikan,
peluk hangat untukmu kaka
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 4:45 am
Karena terus mencoba berguru pada sekitar… *ayo semangat update!!!
*Peluk hangat dan cium -juga- untukmu adikku
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
bundamahes berkata,
April 20, 2011 pada 8:53 am
Dede ngapain ke RSUP?
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 4:46 am
Nganter sahabat yang batuk ga sembuh-sembuh bun…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Batavusqu berkata,
April 25, 2011 pada 3:50 am
suruh berhenti merokok aja mbakatau hindari dia dari perokok pasif
dheeasy berkata,
April 25, 2011 pada 4:13 am
Bapak.. temenku bukan perokok, dia korban dari perokok aktif dari teman-teman kantor yang hobi merokok…
Mau kabur dari perokok aktif sama artinya ga masuk kantor selamanya
hilsya berkata,
April 20, 2011 pada 9:53 am
kalo mau hati jadi ebih lembut, memang sebaiknya berada di tempat-tempat yang bikin trenyuh.. jadi belajar banyak..
-menyadari banyak nikmat yang dilebihkan untuk kita-
btw, mo tanya dong.. pengobat patah hati itu apaan yak? *kabuuur*
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 4:49 am
Memang betul tul tul, sayah mesti sering-sering melihat sekitar yang lebh kurang dari sayah Mba’, maklumlah belum pandai bersyukur
*Obat patah hati???? *ngejar-ngejar Mba’ Hilsya sambil teriak “Woiii, jangan kaburrr!!!”
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Ibnu Syarif Hidayat berkata,
April 20, 2011 pada 11:59 am
Siapa yang bersyukur, maka Allah akan menambahkan nikmat baginya
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 4:50 am
Amin… Karena hanya Allahlah yang Maha Pemberi Bahagia…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Lidya berkata,
April 20, 2011 pada 3:35 pm
kalau patah hati itu menular ga ya? hihihi pertanyaan asal
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 4:51 am
Duh Bunda kok nanyanya ke sayah??? Kan bunda lebih pengalaman hehehehehehehehehe
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Batavusqu berkata,
April 25, 2011 pada 3:53 am
bilangin sama mbak Lidya patah hati itu ada obatnya nonton aja opera van java, atau acara acara tv yang menyuguhkan komedi.
ada saran dari ustadz saya juga tentang penyakit patah hati mbak banyak banyak baca Alqur’an hehehe sotoy
dheeasy berkata,
April 25, 2011 pada 4:15 am
Mama Calvin…. Udah dibantu jawab sama Pak Isro nih… hehehehehe
Pak Isro… makasih yah atas bantuan jawabannya…
Mabruri Sirampog berkata,
April 20, 2011 pada 10:36 pm
nikmat sehat memang luar biasa, tpi terkadang hanya bisa menyadarinya setelah diri ini sakit….
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 4:51 am
Semoga kita selalu pandai mengingat sehat sebelum sakit… Amin…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
r10 berkata,
April 21, 2011 pada 8:11 am
jadi petugas admin ternyata repot juga yah, musti berhadapan dgn banyak pasien dgn berbagai karakter
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 4:54 am
Yang sayah lihat kayanya seperti itu mas, repot dengan kertas-kertas berkas pasien, ketemu orang-orang yang kurang paham dan mesti menjelaskan berulang-ulang. Tapi Insya Allah setiap pekerjaan pasti memiliki nilai ibadah, sehingga apapun pekerjaan yang kita lakukan selalu bernilai indah dimataNYA…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
ysalma berkata,
April 21, 2011 pada 12:40 pm
perenungan tentang sehat selagi masih sangat sehat,,
orang baik bertambah banyak ya dhe
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 4:55 am
Sedang merenungi arti sehat sebelum sakit bun dan meyakini selalu ada orang baik disekitar sayah…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Nchie berkata,
April 21, 2011 pada 4:27 pm
sampai hari ini..
syukur alhamdulillah aku di beri kenikmatan untuk sehat..
semoga buat dheeasy juga yah..
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 4:56 am
Alhamdulillah, semoga nikmat sehat selalu diberikan Allah kepada kita Bun…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
niQue berkata,
April 22, 2011 pada 12:47 am
dan bukan tanpa sebab maka kita berada di tempat itu untuk menyaksikan 3 peristiwa itu
bersyukurlah karena itu bukti kasih sayang Allah agar hati menjadi lebih lembut dan peka.
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 4:58 am
Karena memang setiap peristiwa memiliki sebab yang membuat kita memiliki lakon dalam setiap kejadiannya, dan pasti ada hikmah dalam setiap peristiwa yang berseliweran di depan mata kita…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Susi berkata,
April 22, 2011 pada 12:50 am
Membaca ini, Susi jadi teringat seorang teman yang membuat program pelayanan rumah sakit online satu atap. Semoga cepat selesai & semoga dibeli pihak rumah sakit agar para pasien tidak perlu menunggu ke sana kemari erlalu lama seperti itu. Semoga.
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 4:59 am
Wah.. keren… Semoga cepat dilaunching, sehingga pelayanan kesehatn -khususnya untuk masyarakat kurang mampu- bisa lebih bermutu…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Asop berkata,
April 22, 2011 pada 7:00 am
Sip, mari kita menyebarkan energi positif ke sekeliling kita, ke orang2 sekitar kita.
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 9:15 am
86 kang! karena kepositifan membuat semangat tuk menjalani hidup semakin kuat…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Lockjaw berkata,
April 22, 2011 pada 7:38 am
“ambulan zig zag” –> lagu keren tuh, mencerminkan keadaan pelayanan Indonesia bgt, dari dulu smp skrg..
*malah komen ttg lagunya
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 9:17 am
Gak apa-apa mas komen tentang lagunya, karena lagunya memang harus jadi perhatian juga agar pelayanan -khususnya di bidang kesehatan- di negeri ini makin bermutu lagi…
Salam kenal
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
yoriyuliandra berkata,
April 22, 2011 pada 7:48 am
Kisah menyentuh, terutama bagi yang dekat dengan dunia pelayanan kesehatan seperti itu…
Satu hal yang membuat saya susah untuk tidak berkomentar adalah:
Naif sekali dengan keramahtamahan para petugas rumah sakit yang sepertinya berharga sangat mahal. Bayangkan pasien yang sakit, atau keluarga mereka yang sedang dalam kesusahan tetap mendapat satu lagi tambahan ujian: KETEMU DENGAN PETUGAS YANG TIDAK MENYENANGKAN. boro-boro menghibur, malah menjadi makin sakit + sakit hati
*duh, komennya emosional bgt ya
**pengalaman 2 bulan praktek di rs..
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 9:19 am
Wah kedatangan Uda Yori…
Tapi -kadang- itu yang terlihat saat ini Uda, saat pasien harus menemui birokrasi dan pelayanan yang tidak menyenangkan…
Semoga pelayanan di bidang kesehatan -khususnya- bisa lebih baik lagi
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
hilsya berkata,
April 26, 2011 pada 12:07 am
Lha.. bukannya birokrasi berbelit itu sampai saat ini selalu identik dgn petugas berseragam?
*masih emosi dg petugas berseragam yg sok berkuasa*
moga2 ada perbaikan ke depannya
dheeasy berkata,
April 26, 2011 pada 4:02 am
Tenang.. sabar mba’… jangan emosi ya…
*seragam yang kaya gmana ya mba…
tunsa berkata,
April 22, 2011 pada 9:18 am
saya kurang tau…kenapa semuanya harus dg birokrasi yang mbulet..
tak kunjung usai. padahal ada yg lebih gawat..
dheeasy berkata,
April 22, 2011 pada 9:23 am
saya pun tak tau mas
saya malah pernah -sesak napas saya kambuh- ke UGD eh dicuekin mas, hanya karena dokter jaganya sedang ganti shift…
*Loh saya malah ngedumel
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
saptriyawati berkata,
April 22, 2011 pada 11:32 am
kisah pertama menggingatkan saya pada salah seorang pasien yang juga pernah ditolak gara-gara rujukan drai luar daerah.
Bahkan mereka dipersulit, sedangkan penyakit yang diderita harus segera dioperasi. Bukankah dokter dna pelayan kesehatan lainnya merupakan pelayan kesehatan masyarakat….
dheeasy berkata,
April 23, 2011 pada 10:11 am
Saat pelayanan umum terbentur oleh banyak -meja- birokrasi
*Makasih ya mba sudah mampir
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
anesavie berkata,
April 27, 2011 pada 2:19 pm
sepertinya belum
sama-sama juga mbak, semoga tali silaturahmi tetap terjaga
Adi Nugroho berkata,
April 22, 2011 pada 11:39 am
Sehat adalah nikmat yang luar biasa…
Salam
dheeasy berkata,
April 23, 2011 pada 10:12 am
Sepakat mas…
Salam hangat -juga- dan terima kasih sudah mampir
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
●●●ЄЯШЇЙ●●● berkata,
April 22, 2011 pada 2:07 pm
tetap semangat sobat.
dheeasy berkata,
April 23, 2011 pada 10:13 am
Pasti -dan harus- semangat!!!
Terima kasih sobat
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
¤ HILAL ALIFI berkata,
April 22, 2011 pada 3:19 pm
“Tiga kisah itu juga membuatku iri dengan kemesraan suami-istri yang saling menguatkan”
hmmm
semoga sebentar lagi ada yang menguatkan sampean
dheeasy berkata,
April 23, 2011 pada 10:14 am
Aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnn….. hehehehehehe
*Makasih atas do’anya mas
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Sya berkata,
April 23, 2011 pada 3:19 am
Setiap hari kita belajar hal-hal baru dari lingkungan sekitar kita ya. Semoga kita bisa menjadi orang yang lebih baik lagi
dheeasy berkata,
April 23, 2011 pada 10:15 am
Karena memang banyak hikmah di sekitar kita dan semoga saya -kita- bisa lebih baik dari hari ke hari, amin…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Prima berkata,
April 23, 2011 pada 3:57 am
Pelajaran hidup dari kehidupan sehari2… thanks for sharing ya mbak,,.
dheeasy berkata,
April 23, 2011 pada 10:16 am
Sama-sama Mas Prima, semoga kita bisa terus belajar banyak hal dari sekitar kita
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
rusydi berkata,
April 23, 2011 pada 5:16 am
emang tak selamanya pelajaran kita dapat dari bacaan, perilaku orang2 di sekitar tentang kekuatan bisa jadi penyemangat buat kita.
dheeasy berkata,
April 23, 2011 pada 10:17 am
Dan berharap kita selalu bisa mendapat hikmah dari setiap perilaku yang kita saksikan…
*Makasih sudah mampir
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
riez berkata,
April 23, 2011 pada 5:17 am
Lagunya saya suka nih ambulan zig-zag….pas bgt dengan keadaan di Indonesia yg punya uang dilayani dengan senyuman,dan yg gak beruang muka asam siap tersaji
dheeasy berkata,
April 23, 2011 pada 10:19 am
Dan saya suka -banget- Bang Iwan Fals
Terus berharap kelak pelayanan untuk masyarakat -khususnya yang tidak mampu- bisa lebih baik…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
orange float berkata,
April 23, 2011 pada 11:10 am
bersyukur karena kita diberikan nikmat sehat yang tak terbayarkan jumlahnya
dheeasy berkata,
April 25, 2011 pada 3:49 am
Alhamdulillah… Alhamdulillah… Semoga selalu dianugerahi segala nikmat… Amin…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Dunia Aretha berkata,
April 23, 2011 pada 1:50 pm
Nice story..smoga kita bisa mengambil hikmahnya..
Salam kenal ^_^
Dunia Aretha
dheeasy berkata,
April 25, 2011 pada 3:51 am
Amin, semoga kita semakin pandai mengambil hikmah di setiap langkah…
Salam kenal -juga-
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
dhila13 berkata,
April 24, 2011 pada 12:35 am
iya setuju mba.. apa yang terjadi di sekitar kita sangat tidak bisa kita remehkan…
dheeasy berkata,
April 25, 2011 pada 3:52 am
Karena memang selalu ada makna dalam setiap peristiwa…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
choirul berkata,
April 24, 2011 pada 6:25 am
aku dulu pernah ke PKU Muhammadiyah jam setengah lima pagi dari rumah…
ternyata sampe rumah sakit udah telat pendaftarannya, terpaksa pulang lagi deh, esok harinya aku datang lebih awal.. he he he
dheeasy berkata,
April 25, 2011 pada 3:53 am
Wow… Pendaftarannya buka sampai jam berapa itu mas???
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
choirul berkata,
April 25, 2011 pada 11:47 am
itu memang hanya untuk yang periksa yang udah rawat jalan, karena dokternya tuh spesialis penyakit dalam dan sibuk banget… jadi aku nganter ibuku ya pagi-pagi sekali…..
semoga kita selalu bisa bersyukur dan mengusahakan diri untuk selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan
dheeasy berkata,
April 26, 2011 pada 3:34 am
Semoga kita selalu diberikan nikmat sehat ya mas…
*semoga ibunya mas juga selalu sehat… Amin…
rian punya blog berkata,
April 24, 2011 pada 7:40 am
hmmm… ini cerita sederhana yg terjadi di sekitar kita… hanya sebagian orang yg mau memaknainya…
btw thanks buat pencerahannya… ceritanya membuat saya semakin bersyukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Kuasa…
dheeasy berkata,
April 25, 2011 pada 4:01 am
Semoga makin banyak orang yang mampu memaknainya dan semoga kita mampu saling mencerahkan….
Makasih atas kunjungannya
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
kamal berkata,
April 24, 2011 pada 9:57 am
kita harus sabar terhadap pelayanan publik…? biasa di indonesia
dheeasy berkata,
April 25, 2011 pada 4:02 am
sebab Allah bersama orang-orang yang sabar… Tapi semoga kelak ada perubahan dalam sistem pelayanan publik di Indonesia…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
kamal berkata,
April 25, 2011 pada 11:23 pm
amin kita doakan aja
fi berkata,
April 24, 2011 pada 11:38 am
saya suka sekali nama blog ini… ^^v
*komentarnya ga nyambung, hehe
dheeasy berkata,
April 25, 2011 pada 4:04 am
Terima kasih mba…
*Nyambung kok mba’…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
sangterasing berkata,
April 24, 2011 pada 5:38 pm
Wah, suka bgt dengan akustikannya mas iwan fals, serasi dengan kesederhanaan tulisannya…
pelajaran emang bisa didapat lewat kejadian sekitar, bahkan yang jaraknya tidak lebih dari 10 meter.
~semangan belajar~
dheeasy berkata,
April 25, 2011 pada 4:05 am
Selalu ada hal yang bisa kita pelajari dalam hidup dan kehidupan…
*saya -juga- suka banget lagu-lagunya Bang Iwan Fals…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Anugrha13 berkata,
April 25, 2011 pada 12:11 am
amien…semoga kita selalu diberikan kesehatan ya mbak

membaca dr pengalaman mbak, sy juga sering mengalami spt itu. di Indonesia pelayanan untuk RS pemerintah gada bagus2 nya babar blas
apalagi yg melayani kelas bawah…:(
dheeasy berkata,
April 25, 2011 pada 4:07 am
Semoga… semoga.. pelayanan akan lebih baik lagi…Amin…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
eka felira berkata,
April 25, 2011 pada 3:19 am
Kunjungan balasan
Memang terkadang kita suka terlena dengan nikmat sehat ini ya mba
*nice share*
dheeasy berkata,
April 25, 2011 pada 4:08 am
Seringkali lupa sakit di saat sehat…
Makasih atas kunjungannya…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Batavusqu berkata,
April 25, 2011 pada 3:57 am
Salam Takzim
kenapa ga sekalian berobat aja
soalnya saya bukan ahli photoshop hehehe
memang indah kalau kita bisa menyimpan kenangan untuk dijadikan kisah…. Salut dengan daya ingatnya…
Tapi masih inget koment ditempat saya tentang photoshop *kaboooor
Salam Takzim Batavusqu
dheeasy berkata,
April 25, 2011 pada 4:10 am
Hehehehehehe… bapak, jerawatnya lebih jelas dibanding kecantikan wajah sayah…
*inget dong pak, si potosop itu kan…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Kakaakin berkata,
April 25, 2011 pada 5:37 am
Hahaha… Tapi aku nggak pelit senyuman kok, De
Subhanallah.. aku sering banget melihat pasangan yang sudah sepuh, saling menemani saat berobat di puskesmas…
Semoga kesehatan kita selalu terjaga ya…
dheeasy berkata,
April 26, 2011 pada 3:37 am
Wah kedatangan Sang Kaka petugas administrasi… hehehehehe
Harus senyum ya ka, Kan senyum kakaakin manis sekali…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Orin berkata,
April 25, 2011 pada 9:07 am
Betul De, masih banyak kok orang2 baik di luar sana *tsaaah…
dheeasy berkata,
April 26, 2011 pada 3:38 am
Salah satunya Mba Orin kan??? *hehehehehehe
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
gerhanacoklat berkata,
April 25, 2011 pada 9:49 am
maen2 ke rumah dede
rame bangeeed
cerita2 menyentuh semacam itu tak mungkin bisa didapat tanpa melihat sekeliling dan dirimu adalah seorang pengamat yang baik de
keren!
dheeasy berkata,
April 26, 2011 pada 3:39 am
Selamat datang Kak Julie…. \(^_^)/
Masih kalah rame ah dibanding rumahnya Kak Julie… hehehehehe
Sering-sering nraktir eh mampir ya Kak…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
sedjatee berkata,
April 27, 2011 pada 4:30 am
hehehe… ketemu bang iwan…
bdw lagu ambulan zig-zag adalah lagu wajib saya waktu latihan maen gitar
keren deh pokoknya…
salam sukses Dheee…
sedj
dheeasy berkata,
Mei 5, 2011 pada 2:56 am
Terinspirasi sama Bang Iwan -juga- untuk belajar memaikan gitar, tapi… tetep ga bisa…
Sukses -juga- untuk Pak Sedjatee
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
bintangtimur berkata,
April 27, 2011 pada 11:55 pm
Pagi ini saya berterima kasih pada Dede yang sudah bikin posting ini, juga pada mereka yang sedang sakit, semoga semuanya lekas sembuh karena mereka justru bisa menginspirasi kita yang sedang sehat…
dheeasy berkata,
Mei 5, 2011 pada 2:58 am
Dan pagi ini saya -pun- berterimakasih sama bunda yang sudah mampir, semoga selalu ada hikmah yang bisa kita ambil dari sekitar… dari penjuru bumi…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
THE POST OF APRIL « The Ordinary Trainer writes … berkata,
April 28, 2011 pada 7:45 am
[...] Candid, close up yang indah dan ekspresif dari para peserta Kopdar … Ada Julia Hardy, Orin. Dheeasy. Kang Isro dan Istri, Sang Pengantin Baru Didot dan Istri, Mbak Lidya dan Pascal anaknya. Dan [...]
dheeasy berkata,
Mei 5, 2011 pada 2:59 am
Kopdar pertama begitu menggoda… Semoga selanjutnya -selalu- indah…
Makasih om sudah di ping..
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Nchie berkata,
April 29, 2011 pada 4:41 am
Selalu bersyukur..
kalo sehat tuh nukmat sekali..
dheeasy berkata,
Mei 5, 2011 pada 3:00 am
Semoga tak henti dan lupa bersyukur… Karena memang sehat itu mantap…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Isro Machfudin berkata,
April 30, 2011 pada 5:47 am
Salam Takzim
Izin memperkuat tali silaturahim, agar tak kendor apalagi putus. Banyak curhatan yang didapat semakin hangat terasa, terima kasih
Salam Takzim Batavusqu
dheeasy berkata,
Mei 5, 2011 pada 3:01 am
Salam hangat bapakkkk….
Dede lagi kehilangan semangat curhat di blog nih
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Agry berkata,
Mei 1, 2011 pada 1:23 am
Iya mba.. pinter otak jadi ngga berguna kalo ngga peka sosial..
kan sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain
dheeasy berkata,
Mei 5, 2011 pada 3:02 am
Sepakat agry… siapa yang bermanfaat merekalah yang paling hebat…
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
paibiopai berkata,
Mei 2, 2011 pada 11:43 pm
saatnya saya bisa istiqomah membersihkan hatii nii.. kudu bisa peka dengan keadaan sekitar, empati ! yeah !
dheeasy berkata,
Mei 5, 2011 pada 3:28 am
Semangat!!!!!
Hehehehehehe
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Award itu begitu mengembun « Batavusqu berkata,
Mei 4, 2011 pada 12:14 am
[...] Mbak Dede [...]
dheeasy berkata,
Mei 5, 2011 pada 3:28 am
Bapakkk… Awardnya sudah saya pajang loh… Makasih ya
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
Erdien berkata,
Mei 5, 2011 pada 12:04 am
Semoga semakin hari semakin peka dan melahirkan syukur yang hakiki
dheeasy berkata,
Mei 5, 2011 pada 3:08 am
Amin…. amin… semoga makin menjadi umat yang pandai bersyukur..
Makasih pak atas kunjungannya
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-
bhiberceloteh berkata,
Mei 12, 2011 pada 2:15 pm
cuma nemenin temen ke RS aja dapet segitu banyaknya pelajaran yah Mba.. alhamdulillah yah Mba, diberikan waktu untuk sejenak berfikir, dan ditutup dengan rasa bersyukur yang besar..
Oiya, mba dedeee… kemaren aku lupa looh mau nanya nomer hp muuu, khan biar kita bisa janjian maksiiii… hehehhehe!
dheeasy berkata,
Mei 18, 2011 pada 3:55 am
Kan Rumahsakitnya ga jauh dari tempat dikau kerja Bhi…
*ayo atuh kapan makan di mega ria itu???
-Benarkah kita benar-benar bersyukur atas segala nikmatNYA?-